Friday, April 13, 2012

Gempa Aceh

PDF Print
Thursday, 12 April 2012
Image.
Ribuan pengendara motor dan mobil memadati jalan raya di Banda Aceh setelah gempa bumi berkekuatan 8,5 Skala Richter mengguncang Nanggroe Aceh Darussalam kemarin. Gempa yang berpusat di barat daya Meulaboh itu menyebabkan kepanikan warga karena diinformasikan berpotensi tsunami. Pada 2004 gempa diikuti tsunami pernah terjadi di Aceh dan menewaskan ratusan ribu warga
ACEH– Gempa bumi besar berkekuatan 8,5 Skala Richter (SR) melanda Aceh kemarin. Guncangan gempa menimbulkan kepanikan luar biasa bagi masyarakat sepanjang pantai barat Sumatera, mulai dari Aceh hingga Lampung.

Tidak hanya di dalam negeri, getaran juga terasa hingga mancanegara. Saat gempa terjadi, gedung-gedung pencakar langit di Bangkok, Thailand, berguncang. Singapura, Bangladesh, India, Malaysia, Sri Lanka,Thailand,dan Myanmar segera menyatakan peringatan tsunami atau memerintahkan evakuasi warga. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk 28 negara sebelum akhirnya mencabutnya beberapa jam kemudian.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga sempat merilis peringatan dini tsunami untuk Aceh,Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung,dan Bengkulu.Pada pukul 19.45 WIB peringatan itu diakhiri setelah ada konfirmasi gempa bumi yang terjadi tidak menimbulkan tsunami.“BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Suhardjono di Jakarta kemarin.

Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan telah terdeteksi tsunami kecil dengan ketinggian satu meter di Lahewa Nias Utara dan 1,02 meter di Meulaboh,Aceh,akibat gempa tersebut.“Kenaikan permukaan laut tersebut diketahui dari pantauan terkini pasang surut dari Bakosurtanal yang dilaporkan kepada BNPB,”kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Hingga tadi malam data kerusakan maupun jumlah korban akibat gempa belum diketahui. Data BMKG menyebut,gempa awal kemarin terjadi pada pukul 15.38 WIB dengan kedalaman 10 km di bawah permukaan laut.Pusat gempa berada di laut 398 km barat daya Meulaboh. Gempa susulan terjadi belasan kali seusai gempa awal. Di Kota Banda Aceh gempa memicu kepanikan. Pantauan di lapangan sekitar pukul 16.15 WIB, terjadi kemacetan parah di beberapa ruas jalan.

Warga yang panik terhadap kemungkinan tsunami dengan menggunakan sepeda motor maupun mobil berusaha pergi ke tempat yang lebih tinggi. Selain ke kawasan Lambaro, lokasi yang menjadi sasaran warga yakni Bandara Blangbintang. Kemacetan terlihat di Simpang Surabaya, depan Markas Kodim Banda Aceh, dan Bundaran Simpang Lima. Sebagian warga ada yang menuju ke Masjid Baiturrahman. Aparat polisi dan TNI membantu mengatur lalu lintas dan meminta warga tidak panik.

Ribuan warga pesisir Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar hingga tadi malam masih memilih menjauh dari permukiman mereka di pinggir pantai.Mereka masih bertahan di kawasan yang jauh dari pantai. Ruas jalan kawasan Lambaro Aceh Besar hingga pukul 22.00 WIB masih macet lantaran kepadatan arus kendaraan warga yang meninggalkan rumah mereka pascagempa kuat tersebut. Kemacetan terjadi sepanjang lima kilometer arah jalan keluar Kota Banda Aceh menuju Lambaro, Kabupaten Aceh Besar.

Masyarakat yang panik memarkirkan kendaraan mereka di pinggir-pinggir jalan meski sebagian arus listrik di Aceh Besar dan Kota Banda Aceh padam. Wahidi, warga Gampong Lampoh Daya Kota Banda Aceh, menyatakan belum berani kembali ke rumah karena masih trauma gempa.“Saya bertahan di sini (Lambaro) sambil menunggu situasi lebih tenang sebabkami masih trauma tsunami 2004,”katanya.

Gampong Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru merupakan salah satu desa terparah diterjang tsunami di Kota Banda Aceh pada 26 Desember 2004.Masyarakat yang sebagian besar bermukim di pesisir pantai Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar itu berencana kembali ke rumah hari ini. Kepanikan akibat gempa juga terjadi di Medan, Sumatera Utara. Di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Pirngadi, Medan, guncangan gempa membuat panik seluruh petugas, pasien, dan keluarga pasien yang berkunjung di RSU dr Pirngadi Medan.

Mereka berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Tidak hanya di rumah sakit, gempa juga membuat seluruh pejabat, staf di Kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Medan, serta anggota DPRD Medan dan stafnya berhamburan keluar gedung saat gempa terjadi. Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Ahmad Hidayat mengatakan, hingga pukul 19.00 WIB, berdasarkan pantauan serta laporan yang diterimanya, tidak ada korban jiwa di Sumut akibat gempa.

Sedangkan dampak kerusakan yang diakibatkan gempa belum dapat dipastikan. Di Padang, Sumatera Barat, ribuan warga menumpuk di kawasan Bypass, zona hijau dari gelombang tsunami di daerah itu, guna menyelamatkan diri setelah sirene peringatan tsunami berbunyi di pusat kota. Kemacetan jalan raya dari arah pusat kota menuju kawasan Jalan Bypass Padang hingga pukul 18.00 WIB tak terhindarkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat menyatakan tidak ada kerusakan bangunan atau fasilitas umum akibat gempa.

Dari Jakarta,Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di sela pertemuannya dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron menginstruksikan Kepala BNPB untuk turun langsung ke Aceh dan Sumatera Utara.Menurutnya, tindakan cepat harus diambil dan memastikan situasi terkendali dengan baik. “Sejauh ini tidak ada ancaman tsunami meskipun mereka terus bersiaga,” ujarnya. ● syarifudin/rarasati syarief/ eko agustyo fb/ lia anggia nasution/jelia amelida/ reza shahab/ siti amelia/ m rinaldi khair (seputar-indonesia.com)